Tampilkan postingan dengan label Hipertensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hipertensi. Tampilkan semua postingan

Penanganan dan Pengobatan Darah Tinggi/Hipertensi

Penyakit darah tinggi atau Hipertensi (Hypertension) adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka systolic (bagian atas) dan angka bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) ataupun alat digital lainnya.

Nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHG. Dalam aktivitas sehari-hari, tekanan darah normalnya adalah dengan nilai angka kisaran stabil. Tetapi secara umum, angka pemeriksaan tekanan darah menurun saat tidur dan meningkat diwaktu beraktifitas atau berolahraga.

Bila seseorang mengalami tekanan darah tinggi dan tidak mendapatkan pengobatan dan pengontrolan secara teratur (rutin), maka hal ini dapat membawa si penderita kedalam kasus-kasus serius bahkan bisa menyebabkan kematian. Tekanan darah tinggi yang terus menerus menyebabkan jantung seseorang bekerja extra keras, akhirnya kondisi ini berakibat terjadinya kerusakan pada pembuluh darah jantung, ginjal, otak dan mata. Penyakit hypertensi ini merupakan penyebab umum terjadinya stroke dan serangan jantung (Heart attack).

Penyakit darah tinggi atau Hipertensi dikenal dengan 2 type klasifikasi, diantaranya Hipertensi Primary dan Hipertensi Secondary :

  • Hipertensi Primary
  • Hipertensi Primary adalah suatu kondisi dimana terjadinya tekanan darah tinggi sebagai akibat dampak dari gaya hidup seseorang dan faktor lingkungan. Seseorang yang pola makannya tidak terkontrol dan mengakibatkan kelebihan berat badan atau bahkan obesitas, merupakan pencetus awal untuk terkena penyakit tekanan darah tinggi. Begitu pula sesorang yang berada dalam lingkungan atau kondisi stressor tinggi sangat mungkin terkena penyakit tekanan darah tinggi, termasuk orang-orang yang kurang olahraga pun bisa mengalami tekanan darah tinggi.

    Darah Rendah, Darah Tinggi, Darah Tinggi Usia Muda, Gejala Darah Tinggi, Makanan Darah Tinggi, Obat Darah Tinggi, Obat Tradisional darah Tinggi, Pengobatan Darah Tinggi
  • Hipertensi Secondary
  • Hipertensi secondary adalah suatu kondisi dimana terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi sebagai akibat seseorang mengalami/menderita penyakit lainnya seperti gagal jantung, gagal ginjal, atau kerusakan sistem hormon tubuh. Sedangkan pada Ibu hamil, tekanan darah secara umum meningkat saat kehamilan berusia 20 minggu. Terutama pada wanita yang berat badannya di atas normal atau gemuk (gendut).

    Pregnancy-induced hypertension (PIH), ini adalah sebutan dalam istilah kesehatan (medis) bagi wanita hamil yang menderita hipertensi. Kondisi Hipertensi pada ibu hamil bisa sedang ataupun tergolang parah/berbahaya, Seorang ibu hamil dengan tekanan darah tinggi bisa mengalami Preeclampsia dimasa kehamilannya itu.

    Preeclampsia adalah kondisi seorang wanita hamil yang mengalami hipertensi, sehingga merasakan keluhan seperti pusing, sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri perut, muka yang membengkak, kurang nafsu makan, mual bahkan muntah. Apabila terjadi kekejangan sebagai dampak hipertensi maka disebut Eclamsia.


    1. Penyebab Hipertensi
    Penggunaan obat-obatan seperti golongan kortikosteroid (cortison) dan beberapa obat hormon, termasuk beberapa obat antiradang (anti-inflammasi) secara terus menerus (sering) dapat meningkatkan tekanan darah seseorang. Merokok juga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi dikarenakan tembakau yang berisi nikotin. Minuman yang mengandung alkohol juga termasuk salah satu faktor yang dapat menimbulkan terjadinya tekanan darah tinggi. Stop menjadi alcoholic!

    2. Penanganan dan Pengobatan Hipertensi
      a. Diet Penyakit Darah Tinggi (Hipertensi)
    • Kandungan garam (Sodium/Natrium)
    • Seseorang yang mengidap penyakit darah tinggi sebaiknya mengontrol diri dalam mengkonsumsi asin-asinan garam, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk pengontrolan diet sodium/natrium ini ;
      - Jangan meletakkan garam diatas meja makan
      - Pilih jumlah kandungan sodium rendah saat membeli makan
      - Batasi konsumsi daging dan keju
      - Hindari cemilan yang asin-asin
      - Kurangi pemakaian saos yang umumnya memiliki kandungan sodium

    • Kandungan Potasium/Kalium
    • Suplements potasium 2-4 gram perhari dapat membantu penurunan tekanan darah, Potasium umumnya bayak didapati pada beberapa buah-buahan dan sayuran. Buah dan sayuran yang mengandung potasium dan baik untuk di konsumsi penderita tekanan darah tinggi antara lain semangka, alpukat, melon, buah pare, labu siam, bligo, labu parang/labu, mentimun, lidah buaya, seledri, bawang dan bawang putih. Selain itu, makanan yang mengandung unsur omega-3 sagat dikenal efektif dalam membantu penurunan tekanan darah (hipertensi).

      Pengobatan hipertensi biasanya dikombinasikan dengan beberapa obat;
      - Diuretic {Tablet Hydrochlorothiazide (HCT), Lasix (Furosemide)}. Merupakan golongan obat hipertensi dengan proses pengeluaran cairan tubuh via urine. Tetapi karena potasium berkemungkinan terbuang dalam cairan urine, maka pengontrolan konsumsi potasium harus dilakukan.

      - Beta-blockers {Atenolol (Tenorim), Capoten (Captopril)}. Merupakan obat yang dipakai dalam upaya pengontrolan tekanan darah melalui proses memperlambat kerja jantung dan memperlebar (vasodilatasi) pembuluh darah.

      - Calcium channel blockers {Norvasc (amlopidine), Angiotensinconverting enzyme (ACE)}. Merupakan salah satu obat yang biasa dipakai dalam pengontrolan darah tinggi atau Hipertensi melalui proses rileksasi pembuluh darah yang juga memperlebar pembuluh darah.
    »»  READMORE...

    Terapi untuk Gangguan Darah Tinggi/Hipertensi

    HIPERTENSI atau tekanan darah tinggi merupakan gangguan kesehatan akibat penyakit, kebanyakan makan, kegemukan, kolesterol tinggi, pecandu rokok atau bawaan (keturunan).

    Penyakit darah tinggi harus menghindari marah, mengurangi garam, makanan berlemak, minum kopi, minum-minuman keras, dan tidak boleh bergadang.

    Sakit darah tinggi biasanya kepala pusing terutama bagian belakang, leher kaku dan nyeri, bahu keras, dan jantung kadang berdebar-debar. Serta badan cepat letih, lelah, tanpa sebab yang jelas.


    Darah Rendah, Darah Tinggi, Darah Tinggi Usia Muda, Gejala Darah Tinggi, Makanan Darah Tinggi, Obat Darah Tinggi, Obat Tradisional darah Tinggi, Pengobatan Darah Tinggi

    Penderita hipertensi pada umumnya berpotensi terkena serangan stroke, sakit jantung, ginjal, liver, dan pandangan mata minus. Untuk menormalisir tekanan darah dapat dilakukan atau diterapi luar maupun dalam.

    Terapi dalam adalah dengan memberikan ramuan dari tumbuh-tumbuhan maupun akar-akaran. Tentunya yang berkhasiat membersihkan darah, membantu mengembalikan tekanan-tekanan, seperti: jus seledri, minum teh, makan lalapan daun mentah, serta istirahat yang cukup dan teratur.

    Terapi luar adalah melatih atau memberikan rileksasi tubuh dengan pijat (massage).

    Dimaksudkan untuk merangsang saluran darah supaya pembuluh menjadi lebar atau tambah besar, keras dan kenyal.

    Sehingga darah di pembuluh dapat melancarkan penyaluran zat-zat dan makanan ke seluruh tubuh. Di samping itu, proses oksidasi dan penyaluran cairan sisa-sisa kotoran pembakaran ke dalam saluran pembuangan, seperti pori-ori, usus besar, urinaria menjadi lancar.

    Gerak rangsang disalurkan melalui urat saraf sensorik dan motorik. Yakni dengan mengefektur (mempengaruhi) ganglion saraf yang terletak di simpul-simpul saraf. Pengobatan darah tinggi adalah ditekan, dipijat titik-titik:

    C1-C3 pada arteria leher depan pinggir kiri (di bawah rahang yang bedenyut-denyut). T7, titik nyeri bagian ulu hati. Titik nyeri di jari tengah tangan kiri dan kanan. Titik-titik di pangkal kepala. Dan titik lelah di kiri kanan akar-akar tulang leher terutama tulang leher C1 dan C2. Otot-otot daerah tengkuk, bahu, dada dan punggung atas.

    Darah tinggi merupakan gangguan metabolik.jadi, pengobatan sakit darah tinggi bersifat meringankan, mencegah, atau menyembuhkan. Oleh karenanya, penderita darah tinggi yang telah kronis harus sering konsultasi dokter. Penderita darah tinggi juga tidak dibenarkan olahraga berat.

    »»  READMORE...

    Waspadai Hipertensi/Darah Tinggi di Usia Muda



    lol! Hipertensi atau dikenal dengan tekanan darah tinggi bukanlah penyakit baru. Hampir semua orang mengetahuinya, termasuk masyarakat awam. Hanya saja anggapan yang berkembang di masyarakat, hipertensi dianggap penyakit tua.




    bounce
    Perkembangan terakhir, kaum muda pun harus waspada. Beberapa kasus ditemukan, banyak juga orang muda yang menderita hipertensi. haa..? masa siy.. “Hipertensi bisa menyerang siapa saja, termasuk orang muda,” ujar dr Hengky Indradjaja .Pada dasarnya keadaan tubuh di masa muda diasumsikan tak akan membawa dampak buruk bagi kondisi pembuluh darah. Pembuluh darah kaum muda dianggap masih elastis dan lentur, sehingga kegiatan aliran darah tak mendapat gangguan sama sekali. Kondisi pembuluh darah yang cenderung kaku dan menebal menyebabkan timbulnya hipertensi. Itulah sebabnya banyak orang yang mengaitkan tekanan darah yang meningkat dengan usia lanjut.

    Pola hidup menyebabkan terjadinya pergeseran ini. Ini terkait dengan kegemaran untuk mengkonsumsi makanan fast food yang kaya lemak, asin, serta perilaku malas berolahraga. “Terutama di daerah perkotaan,” kata Hengky. Belum lagi tekanan hidup yang kian tinggi. Persaingan hidup dan tingginya tuntutan zaman membuat orang mudah tertekan, termasuk orang yang masih berusia muda. “Tekanan hidup semakin tinggi, di sekolah, kuliah, pergaulan; semua membuat orang mudah stres,” jelasnya.

    Penyakit ini juga sering timbul tanpa gejala, sehingga sering tidak disadari kehadirannya. Banyak penderita yang ditemukan sudah mengalami hipertensi sejak lama. Komplikasi dari hipertensi ini banyak mengundang penyakit lain, seperti gangguan jantung, gangguan jantung koroner, stroke, gangguan ginjal, dan masih banyak komplikasi lain. “Kebanyakan penderita yang ditemukan sudah menderita penyakit lain, seperti jantung,” tandasnya. Secara umum 80 persen dari penyakit hipertensi ini disebut dengan hipertensi esensial, yakni penyebab naiknya tekanan darah tinggi tidak diketahui pasti.

    Kemungkinan besar karena faktor bawaan. Pada kodnisi ini, mau tidak mau seseorang harus mengkonsumsi obat-obatan seumur hidup, termasuk menghindari pantangan penyakit ini. “Hal ini bisa dilihat, kondisi kehidupan seseorang baik, makan teratur, tapi masih terkena hipertensi, maka orang ini masuk jenis tekanan darah esensial,” ujarnya. Sedangkan 20 persen lain disebabkan faktor lain, seperti pola makan, kelebihan berat badan, stres berkepanjangan, pola makan, malas berolahraga, serta gangguan ginjal. Lalu apa hubungannya dengan ginjal? Hengky mengatakan, ginjal berperan pada pengaturan tekanan darah. Dan salah satu komplikasi hipertensi adalah terjadinya gangguan pada ginjal. Hipertensi dapat menyebabkan pembuluh darah pada ginjal mengkerut, sehingga aliran nutrisi ke ginjal terganggu. Akibatnya sel-sel pada ginjal akan rusak, dan pada akhirnya akan terjadi gangguan fungsi ginjal.

    Sebaliknya, kelainan tertentu pada ginjal dapat menyebabkan hipertensi, misalnya penyempitan pembuluh arteri di ginjal (dikenal dengan sebutan stenosis arteri renal).
    »»  READMORE...

    Hipertensi/Darah Tinggi Pemicu Stroke di Usia Muda

    Kalau anda mendengar tetangga anda berusia 67 tahun terkena stroke mungkin anda tidak terlalu terkejut. Apalagi kalau yang bersangkutan sudah lama diketahui menderita hipertensi, diabetes atau kolesterol tinggi. Tapi bagaimana jika teman kantor anda yang berusia 37 tahun yang tampak segar bugar dikabarkan menderita stroke dan sekarang sedang dirawat di rumah sakit? Apakah mingkin stroke datang dengan tiba-tiba?

    Stroke tidak pernah datang secara tiba-tiba sebagaimana yang dibayangkan oleh sebagian besar masyarakat umum. Stroke selalu mempunyai pemicu dan tanda-tanda sebelum kemunculannya.
    Stroke pada usia lanjut memang berbeda dengan stroke pada usia muda. Perbedaannya ada pada pemicu, proses terjadinya stroke dan pengobatannya.

    PEMICU
    Stroke pada usia lanjut lebih sering dipicu oleh penyumbatan pembuluh darah di leher atau di otak, yang berlangsung secara berlahan-lahan selama beberapa tahun. Hal ini umumnya terjadi


    akibat diabetes menahun atau kolesterol jahat yang terus-menerus tinggi.

    Stroke pada usia muda lebih sering dipicu oleh tekanan darah tinggi yang tidak diobati dengan benar, serta dengan adanya bakat bawaan berupa kelemahan pada pembuluh darah di otak.Pemicu yang lain adalah merokok atau minum alcohol dalam jumlah besar selama bertahun-tahun. Kombinasi kelemahan dan pemicu ini menyebabkan pembuluh darah menggelembung seperti balon pada lokasi tertentu di otak. Gelembung ini menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi sangat tipis dan mudah pecah akibat tekanan darah yang tinggi. Dalam dunia kedokteran kondisi ini disebut dengan “aneurysm”

    PROSES TERJADINYA
    Stroke pada usia lanjut terjadi karena penyempitan pembuluh darah perlahan-lahan yang berubah menjadi penyumbatan total, sehingga tidak ada darah yang melewatinya. Sebelum terjadi penyumbatan total umumnya penderita pernah merasakan satu atau lebih gejalah berikut, yang umumnya berlangsung sesaat:
    • Tiba-tiba sulit berbicara atau pandangan menjadi kabur
    • Tangan atau kaki terasa kesemutan hebat atau mati rasa
    • Terjatuh di kamar mandi atau ketika bangun dari tempat tidur

    Ketika stroke yang sebenarnya terjadi intensitas gejala di atas menjadi sangat parah. Penderita menjadi pelo atau lumpuh salah satu sisi tubuh.

    Stroke pada usia muda terjadi karena tekanan darah tinggi yang tidak diobati dan adanya aneurysm yang tidak disadari oleh penderitanya. Aneurysm ini bisa berjumlah lebih dari satu. Ketika tekanan memuncak, misalnya: sedang stress atau tegang menonton pertandingan olah raga, aneurysm tersebut bisa mendadak pecah, yang dirasakan penderitanya adalah sakit kepala luar biasa, diibaratkan seperti disambar petir. Sakit kepala ini disebabkan oleh membanjirinya darah di sekitar lokas aneurysm.

    Stroke pada usia muda seolah-olah berlangsung tiba-tiba karena orang muda jarang memeriksakan kesehatannya, sehingga tidak mengetahui kondisinya dengan pasti. Orang muda juga menganggap sakit kepala adalah bagian dari hidupnya.

    PENGOBATANNYA
    Karena pemicu dan proses terjadinya stroke pada usia lanjut dan usia muda berbeda, maka tindakan penanganan di rumah sakit juga berbeda. Namun keduanya sama-sama membutuhkan penanganan yang segera, kurang dari 6 jam setelah serangan stroke. Makin cepat penanganan diberikan makin sedikit kerusakan otak yang terjadi, dan makin cepat pemulihannya.

    Stroke pada usia lanjut mungkin memerlukan pembersihan pembuluh darah dari plak kolesterol. Obat yang biasa diberikan: obat kolesterol, obat untuk menghancurkan gumpalan darah, obat diabetes, dan obat untuk mencegah agar darah tidak terlalu kental.

    Stroke pada usia muda memerlukan obat untuk menghilangkan nyeri, menurunkan tekanan darah, menghentikan pendarahan dan mengatasi kejang.

    Sumber: Buletin Century Healthcare
    »»  READMORE...

    Tekanan Darah Tinggi/Hipertensi Pada Kehamilan

    Hipertensi Pada Kehamilan
    Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) adalah tekanan yang diakibatkan dari aliran darah yang dipompa oleh jantung, mengalir cepat sehingga menekan dan merusak dinding arteri pada pembuluh darah. Seseorang dikatakan memiliki hipertensi jika pada pemeriksaan, tekanan darah diatas 140 mmHg sistolik atau 90 mmHg diastolik yang biasa ditulis 140/90 mmHg. Kelebihan berat badan, sensitifitas garam, konsumsi alkohol, kebiasaan hidup tidak sehat dan faktor keturunan adalah beberapa faktor penyebab munculnya masalah hipertensi.

    Ada banyak kasus dimana wanita hamil dengan hipertensi mampu menjaga kehamilan sampai dengan kelahiran dengan selamat. Dengan bantuan medis selama kehamilan, komplikasi selama kehamilan dapat dicegah. Bagaimanapun juga, hipertensi selama kehamilan selalu dibutuhkan perhatian khusus. Wanita hamil yang menderita hipertensi dimulai sebelum hamil, memiliki kemungkinan komplikasi pada kehamilannya lebih besar dibandingkan dengan wanita hamil yang menderita hipertensi ketika sudah hamil. Karena beberapa wanita hamil memiliki kemungkinan menderita hipertensi selama kehamilan karena beberapa faktor.

    Banyak akibat yang bisa ditimbulkan oleh hipertensi. Resiko terbesar hipertensi pada wanita hamil adalah kerusakan pada ginjal. Pada kasus yang lebih serius, ibu bisa menderita preeclampsia atau keracunan pada kehamilan, yang akan sangat membahayakan baik baik ibu maupun bagi janin. Selain itu hipertensi bisa menyebabkan kerusakan pembuluh darah, stroke, dan gagal jantung di kemudian hari.

    Preeclampsia dimulai pada kehamilan minggu ke-20, sebagai akibat dari hipertensi. Berpengaruh pada ginjal dan pengeluaran protein melalui urin, juga mempengaruhi otak, placenta dan hati (liver). Pada janin, preeclampsia bisa menyebabkan berat badan lahir rendah, keguguran, dan lahir prematur. Berdasarkan penelitian, preeclampsia menjadi penyebab terbesar nomer 2 pada kasus keguguran atau kematian janin. Gejala-gejala yang ditimbulkan berupa sering pusing, penglihatan yang kabur dan sensitif terhadap sinar, juga proteinuria (protein pada urin) pada pemeriksaan laboratorium.

    Sejauh ini tidak ada penanganan khusus untuk preeclampsia, satu-satunya jalan adalah menjaga kehamilan tetap sehat sehingga janin bisa lahir dengan selamat. Maka itu, dianjurkan untuk calon ibu merencanakan kehamilannya. Selalu periksa tekanan darah, sehingga selalu tetap normal dan tetap terkontrol, jauhi narkoba, alkohol, dan rokok. Jika terpaksa harus mengkonsumsi obat, selalu konsultasikan dengan dokter kandungan anda.
    »»  READMORE...

    Tips Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Atau Hipertensi

    Hipertensi biasanya tidak menunjukkan gejala dan tanda. Hal inilah mengapa sangat penting untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Hanya pemeriksaan tekanan darah tinggi dengan menggunakan alat pemeriksa tekanan darah tinggi diagnosa hipertensi dapat ditegakkan.

    Tips Mengatasi
    Pengopatan tekanan darah tinggi dimulai dengan perubahan-perubahan gaya hidup untuk membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi resiko terkena penyakit jantung. Jika perubahan-perubahan itu tidak memberikan hasil, mungkin anda perlu mengkonsumsi obat-obat untuk penderita darah tinggi, tentu saja dengan berkonsultasi dengan dokter. Bahkan jika anda harus mengkonsumsi obat-obatan, alangkah baiknya disertai dengan perubahan gaya hidup yang dapat membantu anda mengurangi jumlah atau dosis obat-obatan yang anda konsumsi.

    Darah Rendah, Darah Tinggi, Darah Tinggi Usia Muda, Gejala Darah Tinggi, Makanan Darah Tinggi, Obat Darah Tinggi, Obat Tradisional darah Tinggi, Pengobatan Darah Tinggi

    Jangan merokok
    Nikotin yang ada di dalam sigaret (rokok) dan produk rokok dari tembakau menyebabkan pembuluh darah mengerut (konstiksi) dan denyut jantung menjadi lebih cepat, yang secara sementara akan menaikkan tekanan darah. Jika anda berhenti merokok, anda dapat dengan signifikan mengurangi resiko terserang penyakit jantung dan dari serangan jantung, serta dapat juga menurunkan tekanan darah.

    Kurangi berat badan jika anda overweight dan Lakukan olah raga secara teratur.
    Jika anda adalah seorang dengan overweight atau kelebihan berat badan, mengurangi berat badan biasanya membantu menurunkan tekanan darah. Olah raga teratur adalah suatu kebiasaan dan cara yang baik untuk mengurangi berat badan. Hal itu juga tampak berguna untuk menurunkan tekanan darah dengan sendirinya.

    Makanlah dengan diet yang sehat termasuk didalamnya perbanyak makan buah dan sayur dan kurangi lemak dan Kurangi konsumsi sodium, alkohol dan caffein.
    Tidak setiap orang terpengaruh dengan mengkonsumsi sodium, tetapi sodium dapat meningkatkan tekanan darah pada beberapa orang. Kebanyakan orang yang mempunyai darah tinggi sebaiknya membatasi konsumsi sodium pada dietnya tiap hari kurang dari 2.400 mg. Jangan menambahkan garam pada diet makanan anda. Periksalah label makanan untuk kandungan sodium pada makanan yang akan anda konsumsi. Sedangkan beberapa makanan yang benar-benar terdapat banyak kandungan sodium, seperti potato chips, anda tidak mungkin menyadari berapa banyak sodium yang berada di dalam roti dan keju.

    Pada beberapa orang, alkohol berakibat pada naiknya tekanan darah yang cukup banyak. Pada orang lain itu tidak memberikan efek pada naiknya tekanan darah. Jika anda minum alkohol, batasi konsumsi alkohol anda dengan minium alkohol tidak lebih dari 1 atau 2 minuman per harinya. Satu minuman adalah satu kaleng bir, yang satu adalah satu gelas wine atau satu jigger atau liquor. Jika tekanan darah anda meningkat berhubungan dengan alkohol yang dikonsumsi, yang terbaik adalah tidak perlu mengkonsumsi alkohol.
    Cobalah teknik-teknik relaksasi atau biofeedback.
    Stress mungkin bisa berakibat pada tekanan darah. Untuk membantu melawan stress, cobalah lakukan relaksasi atau biofeeedback. Hal tersebut bekerja dengan baik bila dilakukan sedikitnya satu kali dalam satu hari. Tanyakan dan mintalah saran dari dokter mengenai hal ini.

    Pengobatan Tekanan darah tinggi
    Banyak sekali tipe obat berbeda yang dapat digunakan untuk pengobatan tekanan darah tinggi (hipertensi) yang disebut dengan antihypertensive medicines (obat-obat anti hipertensi).

    Tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi tekanan darah dan mengembalikannya pada ukuran normal dengan obat-obat yang mudah di konsumsi, tersedia, jumlahnya sedikit mungkin, jika memungkinkan tanpa ada efek samping. Tujuan pengobatan tersebut hampir selalu tercapai pada pengobatan hipertensi.
    Jika tekanan darah tinggi anda hanya bisa di kendalikan dengan obat-obatan medis, anda perlu mengkonsumsi obat-obatan itu untuk sisa hidup anda. Jangan berhenti mengkonsumsi obat-obatan tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter atau anda akan bersiko tinggi terserang stroke atau serangan jantung.

    Jenis-jenis obat anti hipertensi (tekanan darah tinggi)
    Diuretics obat-bat jenis ini membantu tubuh untuk meniadakan tubuh dari cairan dan sodium yang berlebihan sehingga pembuluh darah tidak terlalu berat bekerja karena terlalu banyaknya cairan dalam tubuh.

    Beta-blocker obat jenis ini akan membantu mengehentikan efek dari adreanalin
    Alpha-blockers; alpha blocker akan membantu pembuluh darah agar tidak mengalami halangan atau membuat pembuluh darah terbuka.

    ACE inhibitors berguna untuk mencegah pembuluh darah mengalami kostriksi atau penyempitan dengan cara mencegah dan menghentikan pembentukan angiotension II. Angiotensin II adalah suatu senyawa kimia yang menyebabkan konstriksi pembuluh darah.
    Calcium Channel Blockers; berfungsi mencegah pembuluh darah dari terjadinya konstriksi dengan mencegah masuknya calcium ke dalam sel tubuh.

    Obat kombinasi obat gabungan, ACE inhibitor dengan calcium channel blockers.

    Efek samping obat
    Masing-masing obat yang berbeda mempunyai efek samping yang berbeda pada orang yang berbeda. Efek samping obat anti hipertensi meliputi pusing saat berdiri dari posisi tidur atau duduk, kadar potasium dalam darah rendah, gangguan tidur, mengantuk, mulut kering, sakit kepala, bengkak atau oedem, konstipasi dan depresi. Pada pria, beberapa obat anti hipertensi dapat menyebabkan masalah dengan gangguan ereksi.
    Konsultasikan dengan dokter anda tentang apapun perubahan dari kondisi anda termasuk efek samping obat. Jika satu jenis obat yang anda konsumsi tidak memberikan hasil atau ada efek samping pemakaian obat, anda punya pilihan untuk menggunakan obat jenis atau tipe lain. Biarkan dokter anda membantu anda dalam memilih dan menentukan obat yang tepat untuk anda.
    »»  READMORE...

    Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi/Hipertensi

    Kita sering abai dengan ancaman tekanan darah tinggi. Padahal, hipertensi adalah pintu gerbang ke aneka penyakit mematikan, Riset terbaru obat hipertensi, pengendalian tekanan darah tinggi dilakukan sejak dari hulu.

    Jantung kita berdetak sekitar 100 ribu kali sehari. Dalam setiap detak itu, jantung memompa darah ke seluruh pembuluh darah, termasuk juga pembuluh kapiler. Kekuatan darah saat dipompa menimbulkan tekanan pada dinding di dalam pembuluh darah. Pembuluh darah juga punya resistensi terhadap aliran darah. Kedua hal itu menciptakan tekanan darah.

    "Tekanan darah adalah curah jantung dikalikan tahanan perifer pembuluh darah total. Itulah yang menjadikan tekanan darah. Jika pembuluh darah melebar, tekanan tentu akan turun. Sebaliknya, jika pembuluh menyempit, tekanan jadi meninggi," kata Prof. Budi Setianto, Sp.JP, pakar hipertensi dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta.


    Darah Rendah, Darah Tinggi, Darah Tinggi Usia Muda, Gejala Darah Tinggi, Makanan Darah Tinggi, Obat Darah Tinggi, Obat Tradisional darah Tinggi, Pengobatan Darah Tinggi

    Ada dua macam tekanan darah, yaitu sistolik dan diastolik. Sistolik adalah kondisi bilik jantung saat berkontraksi yang mengirim darah keluar. Diastolik adalah periode waktu ketika jantung rileks setelah kontraksi.

    Panduan medis menyatakan bahwa tekanan darah sistolik normal pada orang dewasa kurang dari 120 mmHg, sedangkan tekanan diastolik tak boleh lebih dari 80 mmHg. Jika tekanan darah tinggi itu lebih dari 140/90 mmHg, Anda disebut menderita tekanan darah tinggi atau hipertensi.

    Tanpa Gejala

    Jika terlalu besar, tekanan akan merusak pembuluh darah dan membatasi aliran darah menuju organ-organ penting dalam tubuh. Bisa-bisa organ tubuh tidak mendapat pasokan darah. Bila berlangsung di organ jantung, terjadilah serangan jantung. Bila terjadi di otak, timbullah serangan stroke. Kemungkinan lain adalah kerusakan mata, ginjal, dan masalah kesehatan serius lain.

    Tekanan darah yang tinggi ini kerap tak dirasakan oleh pemiliknya. Perilaku yang cenderung mudah marah dan kepala pusing, menurut Prof. Budi, bukanlah gejala hipertensi. Tekanan darah tinggi itu harus diperiksa dengan alat tensi, bukan sekadar dirasakan.

    "Jika usia Anda sudah di atas 30 tahun, setiap ke dokter sebaiknya periksa juga tekanan darah. Tujuannya untuk mewaspadai tekanan darah tinggi karena tidak ada tanda dan gejala yang dirasakan," paparnya.

    Karena tak ada tanda dan gejala, hipertensi kerap dijuluki sebagai the silent disease alias penyakit yang datang diam-diam. Anda juga harus waspada sebab menurut perkiraan The Lancet, jurnal kedokteran bergengsi tingkat dunia, seperempat penduduk dunia dewasa menderita penyakit tekanan darah tinggi. Artinya, satu dari empat orang dewasa menderita hipertensi.

    Jika sudah telanjur hipertensi, tekanan darah harus diusahakan untuk turun. Penurunan tekanan darah 5-6 mmHg bermakna mengurangi risiko stroke hingga 40 persen dan serangan jantung 15 hingga 20 persen.

    Angka ideal untuk bebas dari hipertensi adalah 120/80 mmHg. "Jika tekanan darah di kisaran 120/80 hingga 139/89, artinya Anda sudah berada di tahap prahipertensi. Di kisaran 140/90 sampai 159/99 artinya Anda berada di tahap 1 hipertensi. Di atas angka tersebut, Anda sudah berada di tahap 2. Tahap prahipertensi hanya membutuhkan perubahan gaya hidup. Tahap satu dan dua butuh obat-obatan antihipertensi dan perubahan gaya hidup," kata Prof. Budi.

    Gaya hidup yang sayang tekanan darah adalah mengurangi berat badan, diet gizi seimbang, olahraga teratur, mengurangi konsumsi garam. Jumlah garam yang berlebih dalam aliran darah menyebabkan tubuh menarik lebih banyak air dalam darah. Hal ini yang menyebabkan tekanan pada dinding pembuluh darah jadi naik. Akibatnya, jantung bekerja lebih keras.

    Hadang di Hulu

    Karena peningkatan air dalam darah itu, tahun 1950-an obat-obatan hipertensi dirancang bersifat diuretik atau membuang kelebihan cairan lewat buang air kecil. "Volume air yang menurun akan menyebabkan tekanan darah jadi turun," sebut Dr. Hellyana dari PT Novartis Indonesia.

    Perkembangan riset obat hipertensi di dekade 60-an adalah alfa dan betabloker. Inovasi ini bermanfaat melebarkan pembuluh darah, sehingga tekanan darah dan denyut jantung menurun.

    Di tahun 70-an dikembangkan obat hipertensi CCB (calcium channel blocker). "Kemudian di tahun 80-an dikembangkan obat ACE (Angiotensin Converting Enzyme) inhibitor. Sayangnya, obat ini sering bikin batuk untuk orang-orang tertentu. Dilanjutkan di tahun 90-an dikembangkan obat ARB (Angiotensin Receptor Blocker)," tutur Prof. Budi.

    Obat-obatan ACE inhibitor dan ARB aktif menurunkan tekanan darah dengan memblokade angiotensin II. Angiotensin II adalah protein yang dapat memengaruhi volume darah dan kontraksi pembuluh darah dalam sistem renin, sistem pengatur tekanan darah dalam tubuh.

    Renin adalah enzim yang dibuat oleh sel-sel khusus yang terdapat pada ginjal. Renin bekerja bersama aldosteron, hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenalin dan beberapa zat untuk membantu menyeimbangkan kadar sodium dan potasium dalam darah serta kadar cairan dalam tubuh. Hasil akhir kerja enzim itu memengaruhi tekanan darah.

    Penelitian terbaru obat-obatan antihipertensi adalah mengintervensi langsung ke pusat sistem renin. "Ini berarti mengobati hipertensi dari hulu dengan secara langsung menghambat titik aktivasi sistem pengatur tekanan darah. Obat ini disebut Direct Renin Inhibitors," kata Prof. Budi.

    [sumber: dari berbagai sumber]

    »»  READMORE...